Kudatangi ayahku di kantornya dan kuhajar dia hingga bibir dan hidungnya pecah berdarah. Bokepibu Aku segera menuju makamnya yang masih basah dan penuh dengan taburan bunga. Kulihat Jeanne sibuk menyiapkan makanan dan menata meja makan. Mungkin saat itu situasi sangat mendukung. Mungkin saat itu situasi sangat mendukung. Aku sadar dan bisa mengerti. Tentu saja dia menolak, tapi kupaksa karena aku sudah mata gelap. Pelan-pelan ya…”
“Aku pengin memberikan ini buatmu, Frank!”Pelan-pelan, kucumbu Yo dan kurasakan gerbang kewanitaannya sudah sangat basah ketika jari-jari tanganku bermain di sana. Entah mengapa aku begitu tertarik dengan dia yang melenggang tepat di depanku. Dia mengetahui perubahan pada diriku.




















