Mbak Juminten mungkin telah lama pulang. Bokep ibu ibu Seluruh leher serta tahap dadanya yg tertutup kaos itu habis ku kecup. “Loh belum kerja den?” Tanyanya, wajah itu terkesan datar, malah ada senyuman kecil menghias bibirnya. Butuh berbagai menit menantikan, pintu kamarku yg terbukti tidak terkunci perlahan2 bergerak terbuka. “Apa aja..” Waduh, kata2 itu sangat menggelitik benakku. Mbak Juminten tetap meperbuat pekerjaanya dengan baik. Aku kembali menciumi bibir itu, tidak ada balasan berarti darinya. “Den..telahlah den…jangan..telahlah..mbak gak jadi pinjem uang..sudaaah..”Jeritnya ketika aku kembali menduduki perutnya. ” Saya kepengen mbak masuk ke kamar saya..”Kalimat selanjutnya semacam tercekat ditenggorokan. Aku segera menepis pikiran kurang baik itu. Nafas mbak Juminten terdengar menderu. Mudah2an mbak Juminten tidak memperkarakanku, menganggapnya berakhir hanya di sini. “Terus Den?” Tanyanya penasaran. Mbak Juminten makin menjadi tangisnya.




















