Aku masuk ke dalam rumah dan setelah yakin si pembantu naik ke kamarnya di atas, aku mulai bergerilya. Bokepibu Dewi keberuntungan memang sedang memihakku pagi itu. Dan benar juga seperti dugaanku, Mbak Ery tidak menutup dengan baik pintu kamarnya. Setelah sedikit beraktivitas di ruang makan, ia kembali ke kamar. Mbak Ery menampik tanganku yang ingin menjamahnya, tapi nafsu birahi yang membakar otaknya membuatnya tak cukup tenaga untuk menolak lebih lanjut sentuhanku. Kemudian kulihat ia mengusap-usap bagian meki dan sekitarnya dengan tangan. Pasti dia akan ganti baju pikirku. Pasti dia akan ganti baju pikirku. Tidak sulit tentu saja, maklum sudah punya dua anak dan memang sudah becek pula.




















