Lalu aku pun kembali ke kostku. Bokepibu “Sama-sama. Dia hanya tersenyum saja. hh”
Kami sama-sama mempercepat gerakan. Sebelum turun dari mobil, Afriani menciumku lama sekali. Tiga menit kemudian tiba-tiba dia menggigit bahuku. Kugoyang dia dari belakang. Bertempur di kamar mandi sambil menikmati dinginnya air pagi, ternyata enak juga. “Bang.., Adek lagi pusing nih”, kata Afriani. “Abang juga Dek”, kataku. Tetapi dia masih tetap jalan denganku.Suatu hari di kampus dia berkata padaku,
“Bang.., jalan-jalan yuk. “Tenang saja.., Adek kan tidak berbuat salah. “Abang juga Dek”, kataku. Kugoyang dia dengan penuh semangat.




















