Saya…saya ingin menyayangi Bunda lebih daripada sayangnya anak kepada ibunya.” Aku tersenyum. Bokep ibu Sebab ia tetap perkasa serta mampu memberiku kepuasan.Hanya saja ia tidak jarang ke luar kota, sebab pola bisnisnya jauh tidak sama dengan pola bisnis Yadi. “Boleh,” sahutku sambil tersenyum,
“Asalkan sikapmu ceria lagi seperti dulu.”
“Iya Bunda…iya…” Prima mengangguk- angguk. Sebab walau usianya baru 18n tahun, ia telah mahir mengemudikan mobil. Ia mengangguk-angguk tanpa suara, karena mulutnya sedang menyelomoti pentil buah dadaku. Tapi mataku yang dipicingkan ini terbuka sedikit…sedikit sekali…mengamati ke arah cermin di dinding (karena dinding di dekat tempat tidurku dipasangi kaca cermin full, sekujur dindingnya ditutupi cermin tebal itu).Kulihat Prima masuk, lalu menutupkan kembali pintu perlahan-lahan dan tak menimbulkan suara sedikit pun.




















