Aku pikir, kapan lagi? Seret dan meleset. Bokepibu “Aku sayang kamu Yo… Aku juga pengin. Aku berprinsip untuk tidak “melukai” diriku sendiri. Berbagai macam perasaan silih berganti menerpaku. Yo mempunyai darah Belanda dari ibunya. Tak jarang pula aku harus menerima hajaran dari ayahku kalau aku berusaha melindungi ibuku. Aku benci ayahku! Selama ini kami belum pernah berciuman seperti saat itu. Aku sadar dan bisa mengerti. Akhirnya, kami berdua sama-sama telanjang bulat. “Sweety… this one is for you!” kataku sambil mulai memainkan tuts-tuts piano. Aku sangat marah saat itu. Aku merasa bahagia, sedih, senang, susah, gembira, dan entah apa lagi. Setelah berkenalan, aku sering menelepon dia.




















