Setelah selesai mengitari kampung, aku kembali ke Bungalow, dan ternyata Tia masih sibuk dengan aktivitas berenangnya. Bokepibu “Thanks ya, Vi”. aku sangat membutuhkan kasih sayang kalian berdua. Tiba-tiba pintu kamar yang lupa kami Kunci pun terbuka. Kami bertiga hanya duduk terbengong-bengong menatap keluar jendela. Tiba-tiba pintu kamar yang lupa kami Kunci pun terbuka. Sepanjang jalan, tangan Evi selalu menggelanyut manja dan kepalanya di sandarkan dilenganku seakan tidak peduli berpasang-pasang mata menatap heran ke arah kami. Sebut saja namaku Dewi. Tapi aku juga tidak bisa lepas dari dekapan Tia. Bumbu-bumbu cemburu pun mulai dikenalkan Tia pada ku.Setiap aku berhubungan dengan temanku yang lain, Tia pasti marah-marah tanpa alasan yang jelas.



















