Aku masih duduk di ujung tempat tidur ketika Pak Broto masuk ke kamarku.Dia langsung menghampiri aku tanpa peduli bahwa dia membiarkan pintu kamarku terbuka lebar dan kemudian membelai rambutku. Malu juga rasanya ditonton orang, walau hanya cuma beberapa kepala saja.kotol Pak Broto sudah begitu tegang dan keras. Bokepibu Aku pun terlelap sampai pagi.Sebelum pergi meninggalkan rumah kami, Pak Broto sempat menaruh beberapa lembar uang ratusan ribu di atas meja riasku. Aroma air mani segar yang tumpah di bajuku mungkin yang menarik perhatian mereka. Dia naik ke atas tempat tidur dan kedua tangannya mulai mengeranyangi dadaku. Sejenak aku bisa melupakan semua kesulitan dan masalah yang membelit keluargaku. Aku merasa seperti seorang koboi yang sedang menunggang kuda.“Oooooohh … yeahhhhhhh …. Aaaaahhhhhhh …. Air mani Pak Broto menetes keluar dari memekku.




















