Akhirnya Farah mencapai klimaks juga, kuhisap dan kutelan semua lendir kenikmatan dari memek Farah.Lalu kami berdua berpelukan dan kuciumi bibirnya sambil kuelus-elus perut buntingnya dan Farah berbisik padaku,“Kujiati batang penismu ya mas…”“Lakukan sesukamu Farah” kataku. Bokepibu Kuelus lembut, dengan gerakan memutar, kanan kiri, aku sangat menikmat sensasinya.“Kamu suka dengan perut buntingku ya…?”“Iya, aku suka banget sama wanita hamil” jawabku polos.“Kalau aku sudah melahirkan, apa kamu masih suka sama aku?” tanyanya.Kujawab dengan senyuman sambil menyiumi bibirnya. Kubasuh tubuhnya dan setelah itu kukeringkan dengan handuk. Farahpun mencibir dan mencubit lenganku.Singkat cerita setelah selesai mengantar Farah dari rumah sakit, aku nyetir mobil tanpa arah karena aku gelisah banget, pas berhenti lampu merah aku bertanya pada Farah.“Bayarannya mau dibayar kapan nih Farah?” tanyaku.“Kamu mintanya kapan” jawabnya singkat“Ehmmm… kapan ya?“Terserah kamu aja” jawabnya lagi.Lampu lalu lintas sudah




















