Tersenyum Tomo mengecup kepalaku sambil mengelusnya.“Maria, kamu adalah milikku seorang.. Tomo melepaskan kemejanya dan celananya, masih memandangiku. Bokepibu Di sana, banyak anak-anak yang sebaya denganku.Kehadiran mereka membuatku setidaknya “lupa” akan kemalangan yang baru saja menimpaku. Celana dalamku juga akan dilepasnya.“Erriik!! Aku terlalu malu untuk memandang wajahnya.“Aku rasa, kamu sudah siap untuk permainan selanjutnya..”Tomo tertawa kecil, sedikit kemarahan masih tersisa pada dirinya. Tapi, di depan kamar Tomo aku berhenti.Pintunya terbuka sedikit. tidak ada satupun yang boleh menyentuhmu tanpa seizin-ku.”
Tomo memeluk tubuhku yang kecil dengan erat.“Ya Tomo..aku adalah milikmu. Kemudian berteriak,“Kenapa??!! Sakit!! Permainan berakhir.Tapi aku masih mematung di depan kamarnya, memperhatikan Tomo dari sebelah pintu yang sedikit terbuka. kamu semakin cantik.”Teman-teman perempuanku juga berdecak kagum melihat penampilanku saat itu.“Kamu cantik ya Maria? Bosan dengan posisinya, Tomo membalikkan posisi tubuhku menjadi telungkup.“Erriik..!!




















