“, Bu Indah menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menutupi kuping dengan kedua telapak tangannya, wajahnya tertunduk dalam… sepertinya dia tidak mau mendengar omonganku atau melihatku lagi… karena perbuatanku tadi.Aku mengangkat tubuhku perlahan-lahan… kutindih punggungnya… sambil kubelai lembut rambutnya… bahu Bu Indah terguncang-guncang… isak tangisnya makin keras… dikiranya aku akan menghiburnya, padahal kugeser pantatku sedikit demi sedikit sambil kulepas kancing roknya…. rintihannya semakin keras seperti jeritan-jeritan keci, ” Boooyy…. Bokepibu te..te..ruus.. menendang-nendang…. Ibu pingin tahu .. mmmhhmm… ooohhhh… ooohhhh.. Apakah Bu Indah masih mau kusetubuhi selagi dia masih marah padaku.. kudorong-dorong…. jangan diteruskan…. Sekilas kulihat dia membacanya sambil duduk miring menghadap ke arah jalan.




















