Kulihat kedua bola matanya naik keatas seolah merasakan sesuatu yang amat dahsyat.Rasa lelah bercampur nikmat membuat kami berdua masih terhanyut hingga kami masih saling berpelukan dan tertidur.“Mas Adam…bangun mas…” katanya membangunkanku.Aku mencoba membuka mata meski tubuhku masih terasa capek dan lemas.“Ayo bangun mas … Sudah sore …” katanya lagi.“Ha…” jawabku setengah kaget. Video bokep Terlebih kebutuhan anaknya yang semakin beragam, belum lagi dengan usia mbak Ratih tentu akan sulit dalam mencari pekerjaan baru.Aku memasukan kembali uanga itu ke dalam saku celanaku, kemudian kuraih kedua lengannya, kuangkat tubuh mbak Ratih sehingga kami sama-sama berdiri.“Sebetulnya Adam juga sayang sama mbak Ratih ga mau mbak Ratih pergi…mbak Ratih sudah kuanggap seperti kakakku sendiri…makasih ya mbak …” ucapku.Mbak Ratih hanya tertunduk dan terdiam.“Kog diam mbak, kata kata Adam ada yang salah ya?” tanyaku.Mbak Ratih masih saja terdiam




















