Buah dada itu didekatkan ke wajahku. Bu Maya sekarang tidur di pangkuanku. Bokepibu ” Saya tadinya masih kuliah, tapi saya pernah menjadi supir angkot tidak tetap selama satu tahun” sambungku. Yang lebih gila, pantatnya bahenol dan buah dadanya……, wah…wah…puyeng aku melihatnya.Di rumah sebesar itu, hanya tinggal Ibu Maya, Suaminya, dan dua putrinya, yakni Mira – anak kedua yang masih sekolah kelas II SMU, dan Yanti si bungsu yang masih duduk di kelas III SMP. Pembantunya hanya satu, yakni Bi Irah, seksinya juga luar biasa, janda pula!Ibu Maya memberi gaji bulanan yang besar sekali, dan jika difikir-fikir, mustahil sekali. ” Jawabnya serius.Aku hanya meng-angguk-angguk saja sok tahu, sok mengerti, sok seperti orang pintar. ” tanyanya ramah seraya melontarkan senyum manisnya.” Iya Nyonya, saya siap menjadi supir nyonya ” Jawabku.” jangan panggil Nyonya, panggil




















