OooohhIyaaann…” akhirnya cairan hangat kurasakan membasahi batangkemaluanku disertai teriakkan panjang Irene. Kita ke HIMAPALA yah..? Bokepibu “Udahah.. SebenarnyaIrene kelihatan agak menolak ciumanku, dia pukul-pukul lenganku tapidia tidak berteriak-teriak atau melepaskan ciumanku.Tidakberapa lama, dia mulai menjawab ciumanku. kalo masih ada bekasnya bakalan seru kan yang ada di ruangan inibesok, tul nggak..?” cegahku ke Lisbeth yang mau melap bekas air cintakami bertiga yang berceceran di meja dosen dan di lantai depan kelasmereka.“Hihihi… kamu.. udah Yaan, Irene nggak kuat lagii Yaaan..!” desahnya. Iya.. Besoknyakami hanya ketawa-tawa lirih waktu seisi kelas Irene (termasukdosennya) pada geger gara-gara melihat di depan kelas dan meja dosennyaada cairan wasiat untuk mereka.




















