Ia sangat setuju dan antusias.Malam sekitar jam 20:00 HP istriku berdering, sesuai pembicaraan ia akan datang menemui kami. Tampak tempat tidurnya basah oleh cairan-cairan bercampur bercak-bercak merah. Bokep ibu ibu “Eeehhh…” desahnya. Suaranya enak didengar, tapi aku tak menyimaknya. Kucumbu istriku dari mulai bibir, pipi, leher, dan buah dadanya. Ia mencegah ketika aku akan membuka CD-nya yang merupakan pakaian satu-satunya yang tersisa. Aku menghentikan cumbuanku sejenak kemudian meminta tamu istimewaku untuk mengambil photo dengan kamera digital yang selalu kami bawa. “Gimana mau?” tanyaku kepada gadis itu. Kedua tangannya kini ternyata sudah berani membalas memelukku. Dengan telaten kucumbu istriku dari ujung kepala sampai ujung kaki. Setelah agak kaku sebentar kemudian suasana mencair kembali. Aku dan istriku memberi keyakinan untuk tidak menyesali apa yang pernah terjadi.Besok paginya aku sempat bermain lagi dengannya sebelum check out.




















