” dijawabnya terserah apa aja bang. Roni menyetujuinya, aku senang karena Roni mau ikut bersama-sama. Bokepibu Roni mencium leherku dan kupingku, aku meronta dengan kecil sambil mengatakan jangan bang, nanti kalau kita sudah kawinkan abang bisa melakukannya. Tangan Ramah yang nakal hampir membuat aku jadi tidak terkontrol. Tiba waktunya aku pun menunggu angkot berjanji jumpa di simpang Amplas. Mendengar ajakan ini aku tidak percaya bahwa Ramah mau menginap bersamaku, sementara dianya masih bersama laki-laki barusan 2 jam kutinggalkan. Yang pasti aku tidak tahu persis apa cerita orang itu, hanya melihat Ramah dipeluk silaki-laki tadi dengan erat sambil mencium bibir Ramah di tengah-tengah lampu yang samar-samar.




















