Anisa memberikan cincin bermata berlian yang dipakainya kepada aku. Bokepibu Anisa Maharani, MSC. Otomatis aku peluk erat-erat dan semakin erat.Aneh bin ajaib, Anisa tampak sudah berkurang merasakan kedinginan malam itu, seperti aku juga. Hari terakhir, sepanjang hari kami hanya ngobrol dan bermesraan saja. Akhirnya kami memutuskan untuk bermalam di sebuah tepian batu cadas yang sedikit seperti goa.Hujan semakin lebat dan kabut tebal sekali, udara menyengat ketulang sumsum dinginnya. ” Akh enggak” jawabnya sambil melepas ‘Ms. dia rupanya sudah melepas celana dalamnya sedari tadi. Pengalaman banget dia ? Tiba-tiba dia memelukku lagi. astaga lagi, Anisa sudah ‘keluar’ banyak, ‘Ms. Sebab seluruh baju yang kami bawa basah kuyup oleh hujan. Rupanya benar dia menyelesaikan S2 nya.Aku terbang ke Jakarta, karena resepsi itu diadakan di Jakarta disebuah hotel bintang lima.




















