Sejenak aku pandangi buah dada yg kini tepat berada di hadapanku, ooh sungguh indahnya, putih mulus tanpa cacat sedikitpun, seperti belum pernah terjamah lelaki. Bokepibu kataku.Eh iya ayo masuk, sampai lupa, ayo duduk. Teh cantik kataku sedikit merayu.Ah kamu Rid, bisa aja, Teh kan udah tua Rid kata Teh Shara.Bener kok, Teh malah makin cantik sekarang kataku sambil kukecup bibirnya.Rid.. Mataku tak lepas memperhatikan tubuh Teh Shara dari belakang. Aku begitu takjub, baygkan ada seorang perempuan telanjang dan pasrah berbaring di ranjang tepat dihadapanku. permisi, biar saya tidur saja di kamar sebelah kataku sambil turun dari ranjang dan berjalan keluar.Teh Shara hanya diam saja. Aku berusaha menghilangkan pikiran kotor itu, tapi tetap tak bisa sampai jam 11 malam.




















