Paha kanannya sudah tidak melilit leherku. Bokep ibu Kenyal. Aku terpana. Menengadah. Terutama karena sikapnya yang ramah. Paha kanannya sudah tidak melilit leherku. Tarikan perlahan itu tak mampu kutolak. Dan kali ini tatapanku terbentur pada secarik kain tipis berwarna putih. Bibir Mbak Lia masih tetap tersenyum ketika ia lebih merenggangkan kedua lututnya.“Jhony, kau tahu warna apa yang tersembunyi di pangkal pahaku?” Aku menggeleng lemah, seolah ada kekuatan yang tiba-tiba merampas sendi-sendi di sekujur tubuhku.Tatapanku terpaku ke dalam keremangan di antara celah lutut Mbak Lia yang meregang. Aku menunduk kembali. Sangat kontras dengan pahanya yang berwarna gading.Aku merinding. Aku belum pernah diperintah seperti itu. Jhony! Mbak Lia menggelinjang dan kembali mengangkat pinggulnya.




















