Tanpa terasa bulir-bulir air mataku jatuh, karena begitu sesaknya hati ini mendengar jawaban bondan barusan. Dan satu tangannya mengusap air mataku.“Aku nyaman, bahagia, pas dideket kamu. Bokep ibu Assalamu’alaikum” sambungku.“Iye beres bosskuh, wa’alaikum salam.”Akhirnya setelah dewi menelpon, aku pun men-share lokasiku kepadanya.Sebenarnya aku faham betul bahwa kondisi seperti ini pasti bakalan terjadi, sehingga aku memutuskan untuk tidak berada di kedua rumahku. Dan sekali lagi tanpa sadar aku mengecup kening pemuda yg sangat berjasa kepadaku, pemuda yg mengorbankan fisik dan nama baiknya hanya untukku. Setelah ngobrol dan berbasa-basi sebentar dengan mereka, aku pun pamit undur diri kepada si Adni yang diikuti juga oleh semua teman-temanku yang ada disitu.Setelah berada di atas motor, sejenak ku lihat arloji di tangan yg menunjukkan waktu 02.20.




















