Aku meloncat berdiri, diikuti si Suminem yang juga terlonjak kaget mendengar bentakanku: “Mbah.. rasanya keri (geli) sekali..”. Bokep Di depan rumah ternyata ada puluhan orang lain yang sudah berkumpul, para tukang ojek yang mangkal, tetangga, dan orang-orang lain. wong aku sama sekali tidak percaya segala hal takhayul macam itu, kok mau diangkat menjadi murid? Dalam beberapa detik, tubuh bahenol Suminem hilang tertelan kegelapan malam.Aku menghela napas dan masuk kembali ke kamar. Aku sekarang memeluknya (aduh, badannya betul betul bahenol. Tangannya ngapurancang di depan celana dalamnya. Suminem menjawab dengan malas, seperti orang setengah sadar: “dihisep dulu Mbah? Coba kamu duduk di meja ini”. Apa benar? Di rumah dia nangis-nangis, katanya pipisnya sakit sekali.




















