Tampak Pak Irfan tersenyum dan aku berpurapura minta maaf.Sorry, ya Pak. Lalu dia berdiri dari duduknya, Kamu tunggu sebentar ya, di rumah. Bokepibu Selesai makan kita ke ruang depan lagi dan kebetulan sekali Pak Irfan menawarkan aku untuk melihatlihat koleksi bacaannya.Lalu dia menawarkan diri, Kalau kamu serius, kita ke kamar, yuk. Ayolah masuk. Maa..aa..aaf, ya, Pak.Pak Irfan hanya tersenyum saja, Ya. Aku hanya bisa mendesah, aa.., aahh, Hemm.., uu.., uuh.Akhirnya aku lemas dan kurebahkan tubuhku di atas tempat tidur. Lalu dia berdiri dari duduknya, Kamu tunggu sebentar ya, di rumah. Emm.., Majalah jorok.Kemudian dia tertawa, Oh, yang itu, toh. Emm.., Majalah jorok.Kemudian dia tertawa, Oh, yang itu, toh.




















