lebih… puass…” katanya sambil mengangis lagi.Aku sungguh tak mengerti. Bokep Kupakaikan T-shirt dan celana pendek ke tubuhnya. Dia makin bergetar. Tissue yang kupegang dibuangnya, malah jemariku dituntunnya ke sepasang dada montok miliknya. Sepanjang perjalanan wajahnya pucat dan sesekali memandangiku, seolah minta dikasihani.“Jangan mencoba membuat gerakan macam-macam… atau kamu kulempar ke jalan… mengerti?” ancamku lagi sambil berganti posisi.Aku mengambil alih kemudi. Siapa tahu itu hanya akan jadi luka baru baginya. suatu.. Tentu saja tak seorang pun pernah tahu, bahwa sesuatu pernah terjadi di antara kami.Sekarang setahun sudah lewat. Dengan perasaan, kukuak liang kemaluannya, indah sekali. Jika ada yang ingin kamu utarakan, lakukanlah sekarang sebelum aku pergi.”Dia hanya diam membisu. sayang sekali, kalau mulai besok kamu sudah menyandang gelar tidak perawan lagi…”“Ah…” dia tercekat.“ton… semua uang tadi boleh kamu ambil..




















